Allah SWT berfirman:
"Berkatalah Rasul, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (Al-Quran Surat Al-Furqan,25:30)
Saudaraku, seandainya Al-Quran bisa ngomong, dia akan berbicara:
“Waktu Engkau masih kanak-kanak, Kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku Kau sentuh dalam keadaan suci
Aku Kau pegang, Kau junjung dan Kau pelajari
Aku Engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai Engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang Engkau telah dewasa...
Nampaknya Kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku Engkau simpan rapi sekali hingga kadang Engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah Engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar Engkau dianggap bertaqwa
Atau aku Kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku Engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku Engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku Kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...Engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..Engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, Engkau abaikan dan Engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang Engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan Engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk Kau baca sebelum Kau mulai kerja
Di Komputermu pun Kau putar musik favoritmu
Jarang sekali Engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang Kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa Engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba Engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam Engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan Engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila Engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku Engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang Engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku Engkau baca selalu dan Engkau hayati...
Di kuburmu nanti....Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu Engkau membela diri
Bukan koran yang Engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar Engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu Engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku Engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” ( Al-Quran Surat Al-Isra’,17:09)
Rasulullah Saw bersabda:
“Bacalah Al Quran …sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (pembela) bagi pembacanya” (HR.Muslim)
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dan kebaikan berlipat sepuluh kali”(HR.At Tirmidzi)
(Penulis: Kang Imam Puji Hartono, semoga Allah memberkahinya selalu dengan beberapa tambahan ayat dan hadits)
Kamis, Desember 17, 2009
Rabu, Oktober 07, 2009
Niscaya
Yang terjadi bukanlah mimpi
Juga bukannya buah muslihat
Yang datang niscaya akan pergi
Alur alirnya berputar tanpa rehat
TakdirNya menyapa tak pilih batasan
Hanya sabar menjalani malamNya
Hanya ibadah mengarungi siangNya
Juga bukannya buah muslihat
Yang datang niscaya akan pergi
Alur alirnya berputar tanpa rehat
TakdirNya menyapa tak pilih batasan
Hanya sabar menjalani malamNya
Hanya ibadah mengarungi siangNya
Senin, Agustus 10, 2009
Tahiat
setelah ketakutan menekan
sujudku
setelah segalanya kupasrahkan
kepadamu
allahu akbar!
sudah benarkah sikapku
menghadapmu?
sudah bersihkah
lahir-batinku?
sudah luruskah kalbuku
menujumu?
sudah antengkah
jiwaku?
sudah berkenankah engkau
menerimaku?
allahu akbar!
terimalah o, allahku
tahiatku!
***
tahiat penuh berkat
selawat penuh madu
bagimu, allahku
***
kekasih utusan tuhanku
dimanakah engkau?
di depankukah?
di sisinyakah?
o, nabiku
o, kekasih
dimana pun engkau
terimalah salamku!
***
salam kepadamu
wahai nabiku
rahmat dan berkat
allah bagimu
***
wahai hamba-hamba allah yang saleh
para malaikat, mendekatlah!
para wali, kemarilah!
beri aku semangat
aku takut.
***
salam bagi kita
dan hamba-hamba allah yang saleh
***
ya allah, saksikanlah persaksianku
wahai utusan allah, saksikanlah persaksianku
wahai segenap hamba allah yang saleh
saksikanlah persaksianku
***
asyhadu an laa ilaaha illallah
wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluh!
ya, allah aku bersaksi
utusanmu muhammad telah menyampaikan
firmanmu kepada segenap hambamu
menunjukkan jalan lurus menujumu
sebagaimana Ibrahim menunjukkannya
kepada kaum dan anak-cucunya
***
wahai allah
limpahkanlah selawat dan salam
kepada utusanmu muhammad
dan keluarga muhammad
seperti telah engkau limpahkan
selawat dan salam kepada Ibrahim
dan keluarga Ibrahim
berkatilah muhammad
dan keluarga muhammad
seperti telah engkau berkati Ibrahim
dan keluarga Ibrahim
di alam semesta
sungguh engkau maha terpuji
maha agung
***
wahai para jamaah yang pasrah
wahai para malaikat allah
***
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
***
kutoleh ke kanan dan ke kiri
sekilas hanya kulihat
cahayacahayacahayacahayacahaya
memenuhi semesta ruang
kaliankah itu para malaikat?
***
allah, masih kauawasikah aku?
sujudku
setelah segalanya kupasrahkan
kepadamu
allahu akbar!
sudah benarkah sikapku
menghadapmu?
sudah bersihkah
lahir-batinku?
sudah luruskah kalbuku
menujumu?
sudah antengkah
jiwaku?
sudah berkenankah engkau
menerimaku?
allahu akbar!
terimalah o, allahku
tahiatku!
***
tahiat penuh berkat
selawat penuh madu
bagimu, allahku
***
wahai nabiku
kekasih utusan tuhanku
dimanakah engkau?
di depankukah?
di sisinyakah?
o, nabiku
o, kekasih
dimana pun engkau
terimalah salamku!
***
salam kepadamu
wahai nabiku
rahmat dan berkat
allah bagimu
***
wahai hamba-hamba allah yang saleh
para malaikat, mendekatlah!
para wali, kemarilah!
beri aku semangat
aku takut.
***
salam bagi kita
dan hamba-hamba allah yang saleh
***
ya allah, saksikanlah persaksianku
wahai utusan allah, saksikanlah persaksianku
wahai segenap hamba allah yang saleh
saksikanlah persaksianku
***
asyhadu an laa ilaaha illallah
wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluh!
ya, allah aku bersaksi
utusanmu muhammad telah menyampaikan
firmanmu kepada segenap hambamu
menunjukkan jalan lurus menujumu
sebagaimana Ibrahim menunjukkannya
kepada kaum dan anak-cucunya
***
wahai allah
limpahkanlah selawat dan salam
kepada utusanmu muhammad
dan keluarga muhammad
seperti telah engkau limpahkan
selawat dan salam kepada Ibrahim
dan keluarga Ibrahim
berkatilah muhammad
dan keluarga muhammad
seperti telah engkau berkati Ibrahim
dan keluarga Ibrahim
di alam semesta
sungguh engkau maha terpuji
maha agung
***
wahai para jamaah yang pasrah
wahai para malaikat allah
***
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
***
kutoleh ke kanan dan ke kiri
sekilas hanya kulihat
cahayacahayacahayacahayacahaya
memenuhi semesta ruang
kaliankah itu para malaikat?
***
allah, masih kauawasikah aku?
Selasa, Juni 09, 2009
Rumah... impianku
Tepat di bulan ini saya memberanikan diri dan memutuskan mengambil kredit pemilikan rumah...... rumah impian....... rumah sederhana saja. Bukan 'masih impian' tapi 'masuk ke dalam mimpi yang nyata'. Suatu keputusan yang sulit karena memaksa saya untuk berpikir berkali-kali lipat. Sungguh suatu kenyataan yang nekat saya ciptakan karena harga yang saya tanggung sebenarnya belum cukup dibandingkan kemampuan saya yang sebenarnya. Tetapi keputusan sudah dibuat dan jalan sudah mulai dibangun, selanjutnya harus dilalui. Tinggallah doa serta harapan kepada yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Pemberi dan Maha Besar ; semoga jalan yang akan saya lalui ke depan mendapatkan rahmatNya, berkahNya, dan ridhoNya. Bismillahi tawwakaltu al Allah wa la haula wa la quwwata illa billahi alliyil adhim.
Kamis, Mei 14, 2009
Jumat, November 14, 2008
Canda Nabi
Pada suatu saat, ketika Ali bin Abi Thalib masih kanak-kanak, pernah makan kurma bersama-sama Rasulullah. Setiap kali mereka makan sebuah kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing-masing.
Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan terlalu banyak kurma. Biji-biji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka Ali pun secara diam-diam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasulullah.
Ali pun berkata, “Wahai Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu.” Nabi pun tertawa dan menjawab, “Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut biji-bijinya.”
(disarikan dari Sirah Nabi).
Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan terlalu banyak kurma. Biji-biji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka Ali pun secara diam-diam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasulullah.
Ali pun berkata, “Wahai Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu.” Nabi pun tertawa dan menjawab, “Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut biji-bijinya.”
(disarikan dari Sirah Nabi).
Langganan:
Postingan (Atom)
