Jumat, November 14, 2008

Canda Nabi

Pada suatu saat, ketika Ali bin Abi Thalib masih kanak-kanak, pernah makan kurma bersama-sama Rasulullah. Setiap kali mereka makan sebuah kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing-masing.

Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan terlalu banyak kurma. Biji-biji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka Ali pun secara diam-diam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasulullah.

Ali pun berkata, “Wahai Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu.” Nabi pun tertawa dan menjawab, “Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut biji-bijinya.”

(disarikan dari Sirah Nabi).

Lukman dan Anaknya

Suatu hari Lukman mengambil keledai dan keluar bersama anaknya. Lukman menaiki keledai. Tak lama terdengar seseorang berkomentar, “Orang tua tak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Maka Lukman turun dan mengangkat anaknya ke atas keledai. Mereka meneruskan perjalanan. Tak lama terdengar komentar lain, “Anak tak tahu diri, membiarkan orang tuanya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Lalu Lukman ikut naik keledai, dan meneruskan perjalanan. Namun terdengar komentar lain lagi, “Orang-orang kejam, menaiki keledai malang itu berdua, padahal mereka tidak sakit dan tidak lemah.”

Akhirnya Lukman turun, dan menurunkan anaknya, dan berjalan pulang. Masih juga orang berkomentar, “Orang-orang bodoh, mereka berjalan kali padahal memiliki keledai, dan keledai itu tidak sakit dan tidak lemah.”

Moral of the story: Teruskanlah bekerja demi kepentingan mulia itu hingga selesai. Janganlah hiraukan orang lain. Janganlah dengarkan tanggapan-tanggapan mereka, tapi maafkanlah mereka. Tidak ada jalan untuk memuaskan mereka semua.
(Disunting dari NofieIman.com)