Suatu hari Lukman mengambil keledai dan keluar bersama anaknya. Lukman menaiki keledai. Tak lama terdengar seseorang berkomentar, “Orang tua tak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”
Maka Lukman turun dan mengangkat anaknya ke atas keledai. Mereka meneruskan perjalanan. Tak lama terdengar komentar lain, “Anak tak tahu diri, membiarkan orang tuanya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”
Lalu Lukman ikut naik keledai, dan meneruskan perjalanan. Namun terdengar komentar lain lagi, “Orang-orang kejam, menaiki keledai malang itu berdua, padahal mereka tidak sakit dan tidak lemah.”
Akhirnya Lukman turun, dan menurunkan anaknya, dan berjalan pulang. Masih juga orang berkomentar, “Orang-orang bodoh, mereka berjalan kali padahal memiliki keledai, dan keledai itu tidak sakit dan tidak lemah.”
Moral of the story: Teruskanlah bekerja demi kepentingan mulia itu hingga selesai. Janganlah hiraukan orang lain. Janganlah dengarkan tanggapan-tanggapan mereka, tapi maafkanlah mereka. Tidak ada jalan untuk memuaskan mereka semua.
(Disunting dari NofieIman.com)
Jumat, November 14, 2008
Minggu, November 02, 2008
Bersikap Sombong
“Mengherankan jika anak Adam itu bersikap sombong, karena sesungguhnya ia keluar dari tempat ke luar kencing dua kali” (al-Ahnaf bin Qais)
(Disunting dari GusMus.NET)
(Disunting dari GusMus.NET)
Canda Suami Istri
Seorang lelaki yang pendek dan buruk rupanya suatu hari duduk-duduk bersama istrinya yang sangat cantik. Si lelaki tak berkedip memandang wajah istrinya yang cantik jelita.
Agak tersipu-sipu, sang istri pun sang istri berkata, “Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangku saja?”
“Kulihat wajahmu,” jawab si suami, “semakin hari kok semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku.”
“Ya, “kata si istri,” dan kita berdua nanti akan masuk surga.”
“Lho, darimana kautahu?”
“Bukankah hamba yang bersyukur dan hamba yang bersabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedangkan aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti kau.
(Disunting dari GusMus.NET)
Agak tersipu-sipu, sang istri pun sang istri berkata, “Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangku saja?”
“Kulihat wajahmu,” jawab si suami, “semakin hari kok semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku.”
“Ya, “kata si istri,” dan kita berdua nanti akan masuk surga.”
“Lho, darimana kautahu?”
“Bukankah hamba yang bersyukur dan hamba yang bersabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedangkan aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti kau.
(Disunting dari GusMus.NET)
Rabu, Oktober 22, 2008
To my wife - Chapter 1
Many times I like to consider
It brings me to honest
From the first I felt into you
Then the next you placed my heart
Until we roads the dream now
Love would not easy to be happen on perfect
Even it could not hardly to speak
But I've such reasons to mean it
You've been giving me your care
Sense of belonging among us
Sharing an unlimited emotions
Having an eternity passions
Your soul lives to be my mate
I LOVE YOU.....
It brings me to honest
From the first I felt into you
Then the next you placed my heart
Until we roads the dream now
Love would not easy to be happen on perfect
Even it could not hardly to speak
But I've such reasons to mean it
You've been giving me your care
Sense of belonging among us
Sharing an unlimited emotions
Having an eternity passions
Your soul lives to be my mate
I LOVE YOU.....
Senin, Oktober 20, 2008
Minggu, Oktober 19, 2008
Masih mimpi.....
Mengapa di setiap jengkal langkah anak Adam di bumi dihadapkan dua perkara. Mimpi dan Kenyataan. Mimpi, hal yang menjadikannya sesuatu bisa hadir dan berwujud. Di sisi lain, Kenyataan, hal yang menjadikannya selalu menghadirkan mimpi. Wujudkan mimpi menjadi kenyataan, sebanding dengan Kenyataan selalu menggugah mimpi.
Langganan:
Postingan (Atom)


